Rabu, 23 Juni 2010
Tari Tani
Tari tani memperagakan aktivas masyarakat adat dalam bekerja menggarap ladang atau sawah, Filosofi dari tari tani adalah kerjasama antara laki - laki dan perempuan masyarakat adat di saat melakukan pekerjaan. Pentas ini diperankan oleh beberapa pasang muda mudi yang menggunakan pakaian adat tani. Ada juga lengser yang menggunakan kumis, janggut, dan alis palsu berwarna putih. Tugas lengser sebagai pemandu tarian tersebut. Tari tani diiringi musik berupa tabuhan gendang, tiupan suling, angklung (dogdog lojor).
Rengkong
Rengkong merupakan pentas seni yang menampilkan beberapa orang Masyarakat Adat, laki - laki memikul padi dengan alat - alat yang berupa bambu yang diikat dengan tali ijuk, yang dimaksud supaya pikulan bambu itu mengeluarkan suara dengan cara mengayunkan ke kiri dan ke kanan. Pentas Rengkong merupakan cara meluapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta, bahwa dengan segala aktivitas masyarakat adat telah diberikan keberkahan.
Gondang
Gondang adalah kelanjutan dari pentas kesenian balebat, gondang dipentaskan seperti balebat. Hanya dalam pentas gondang dilengkapi dengan kentrungan lesung. Anggota pentas seni perempuan menumbuk lesung memberikan gambaran warga adat sedang menumbuk padi.
Balebat
Balebat adalah kesenian tradisional masyarakat adat kasepuhan sinar resmi yang di pentaskan dalam acara seren taun, filosofi dari kesenian tersebut adalah simbol meluapkan rasa kegembiraan masyarakat adat pada saat setelah panen. Biasanya acara balebat dipentaskan pada malam minggu, sehari sebelum puncak acara. Balebat dipentaskan oleh 15 orang, terdiri dari 6 orang perempuan dan 6 orang laki - laki, diiringi oleh musik yang terdiri dari 1 orang penabuh gendang, 1 orang peniup suling, dan 1 orang pemukul gong.
Selasa, 22 Juni 2010
Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Sinar Resmi adalah Komunitas Adat yang ada sekitar abad 16, ini dibuktikan dari adanya ciri keramat karuhun (astana) yang terletak di Cipatat Kabupaten Bogor Barat.
Komunitas Adat kasepuhan Sinar Resmi Hanyalah bagian kecil dari Komunitas Adat yang tersebar di pelosok Nusantara. Komunitas ini hidup secara turun temurun dari generasi kegenerasi, yang sekarang di dipegang dan dijalankan oleh ABAH ASEP NUGRAHA selaku Pupuhu Adat (Ketua Adat) generasi yang ke 10.
Jati diri inilah yang masih di pelihara dan di perkuat sebagai perwujudan rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur yang lahir dari sebuah proses sejarah yang tidak terputus dalam perjalanan masa untuk terus menegakan martabat beserta hak asal-usual sebagai identitas budaya dan warisan budaya. Dengan sistem yang di wariskan para leluhur, masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi menata seluruh kehidupannya baik sebagai individu maupun sebagai kelompok sosial dan religius yang khas, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Sistem-sistem inilah yang dipertahankan dan diperjuangkan sebagai sumber semangat hidup yang tekandung dalam sistem adat yang masih dibudayakan dan dilestarikan.
Masyarakat Kesepuhan Sinar Resmi memandang alam dan dirinya secara utuh, Adat istiadat yang berlaku di Kasepuhan mengatur pola kehidupan masyarakat dalam berhubungan dengan sang pencipta (Hablum Minallah), dan hubungan antar manusia (Hablum Minannas) dan hubungan hubungan manusia dengan alam lingkungannya (Hablum Minal Alam)
Komunitas Adat kasepuhan Sinar Resmi Hanyalah bagian kecil dari Komunitas Adat yang tersebar di pelosok Nusantara. Komunitas ini hidup secara turun temurun dari generasi kegenerasi, yang sekarang di dipegang dan dijalankan oleh ABAH ASEP NUGRAHA selaku Pupuhu Adat (Ketua Adat) generasi yang ke 10.
Jati diri inilah yang masih di pelihara dan di perkuat sebagai perwujudan rasa syukur dan penghormatan kepada para leluhur yang lahir dari sebuah proses sejarah yang tidak terputus dalam perjalanan masa untuk terus menegakan martabat beserta hak asal-usual sebagai identitas budaya dan warisan budaya. Dengan sistem yang di wariskan para leluhur, masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi menata seluruh kehidupannya baik sebagai individu maupun sebagai kelompok sosial dan religius yang khas, yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Sistem-sistem inilah yang dipertahankan dan diperjuangkan sebagai sumber semangat hidup yang tekandung dalam sistem adat yang masih dibudayakan dan dilestarikan.
Masyarakat Kesepuhan Sinar Resmi memandang alam dan dirinya secara utuh, Adat istiadat yang berlaku di Kasepuhan mengatur pola kehidupan masyarakat dalam berhubungan dengan sang pencipta (Hablum Minallah), dan hubungan antar manusia (Hablum Minannas) dan hubungan hubungan manusia dengan alam lingkungannya (Hablum Minal Alam)
Langganan:
Komentar (Atom)
